Tangani 1659 Kasus bea Cukai Ngurah Rai Selamatkan Uang Negara Rp19,59 Miliar

Tangani 1659 Kasus bea Cukai Ngurah Rai Selamatkan Uang Negara Rp19,59 Miliar
Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, dan TTT, Susila Brata
Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, dan TTT, Susila Brata

Kantor Wilayah Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB, NTB berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebanyak Rp19,59 miliar sejak Bulan Januari-Oktober 2023 dari berbagai pelanggaran.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT, Susila Brata bahwa angka tersebut hasil dari jumlah penindakan di tiga provinsi tersebut.

Dirinya menyebut sebanyak 1.659 pelanggaran kepabeanan dan cukai berhasil digagalkan pihaknya sepanjang tahun 2023 ini. "Kami berhasil mencegah kerugian negara senilai Rp19,59 miliar di tiga provinsi dari berbagai pelanggaran," kata dia kepada awak media, Denpasar, Rabu (6/12/2023).

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan berbagai penindakan dimulai dari Pulau Bali yang berkaitan dengan kepabeanan menyumbang pelanggaran terbanyak hingga Bulan Oktober 2023 yakni 504 kali pelanggaran dengan potensi kerugian negara sebesar Rp3,14 miliar.

Sementara penindakan cukai 309 kasus, potensi kerugian negara Rp10,69 miliar, penindakan NPP (narkotika Psikotropika dan prekursor sebanyak 112 kasus.

Ia melanjutkan, penindakan Pabean di wilayah NTB pihaknya berhasil menangani 32 kasus dengan potensi kerugian negara Rp16 juta, penindakan cukai 476 kasus dengan potensi kerugian negara Rp4,54 miliar, dan penindakan NPP 90 kasus.

Sementara di wilayah NTT, pelanggaran Pabean sebanyak 90 kasus dengan potensi kerugian negara mencapai Rp124,85 juta, penindakan cukai 116 kasus dengan potensi kerugian negara hinga Rp618,39 juta, dan kasus NPP berjumlah 2 kasus.

Menurutnya, pihaknya sepanjang Januari hingga Oktober 2023 telah menerima pemasukan Rp2,51 triliun, angka tersebut naik 22% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menerima Rp2,2 triliun.

Susila mengungkapkan, Bea Cukai yang membawahi Bali Nusra tersebut memiliki target Rp2,65 triliun atau masih kurang 5% persen dari target yang diharapkan. Ia berharap sisa beberapa waktu hingga akhir tahun 2023 itu target mereka bisa mencapai angka yang diinginkan.

"Kami memprediksi penerimaan pada musim libur panjang Natal dan Tahun Baru target keseluruhan tahun 2023 bisa tercapai," pungkas dia.