Digadang jadi Wali Kota Denpasar, Ini Kata I Wayan Wandhira

Digadang jadi Wali Kota Denpasar, Ini Kata I Wayan Wandhira
I Wayan Mariyana Wandhira Sosok Digadang Jadi Wali Kota Denpasar
I Wayan Mariyana Wandhira Sosok Digadang Jadi Wali Kota Denpasar

Ketua DPD Partai Golkar Kota denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira belakangan ini mencuat dengan adanya dukungan dari masyarakat yang meminta dirinya untuk maju sebagai calon Wali Kota Denpasar. Ia mengaku bertanya-tanya apa alasan masyarakat memintanya untuk maju sebagai Cawali Denpasar.


Saat dikonfirmasi terkait adaya dukungan kepada dirinya untuk berkompetisi dalam pencalonan Wali Kota Denpasar itu, Wandhira mengaku senang.

Namun, ia juga mempertanyakan alasan kenapa politikus senior Denpasar itu menjadi sosok yang digadang-gadang untuk menjadi the next Wali Kota Denpasar.

"Untuk menyikapi saya yang digadang sebagai Wali Kota Denpasar tentu mereka punya pertimbangan. Kalau saya menanyakan apakah sudah pantaskah saya," kata Wandhira kepada RMOL.ID di Denpasar, Minggu (4/2/2024).

Pria yang sudah empat kali menjadi wakil rakyat di DPRD Kota denpasar itu mengaku siap ketika memang bisa maju dalam perebutan kursi Denpasar 1 itu. 

Wandhira melanjutkan, pengalaman selama berada di legislatif Kota Denpasar selama 4 periode tentu mengantarkan dirinya mengetahui banyak tentang Kota Denpasar. 

"Jika memang benar (dukungan Wali Kota) saya pribadi saya sangat siap. Karena 4 periode menjadi anggota DPRD kota denpasar menjadikan saya cukup tau persoalan-persoalan Kota Denpasar," tutur dia. 

Berdasarkan apa yang dia dapat selama menjadi wakil rakyat kurang lebih hampir 20 tahun itu, dia memiliki banyak wawasan yang tidak sedikit terkait Kota Denpasar khususnya. 

Menurut pria tiga orang anak itu, menjadi seorang Wali Kota Denpasar harus memiliki wawasan yang luas dan ineventaris kajian terhadap masalah yang juga sudah memiliki solusi untuk mengatasinya.

"Jangan sampai menghadapi Kota Denpasar merasa paling mampu dan benar. Contoh ada perbedaan yang jomblang ketika melihat wilayah Denpasar dan wilayah lain yang terdekat, contoh Badung," tutur dia.

Dirinya melihat, seharusnya ada kajian oleh analisis teknis dalam mengatasi Kota Denpasar. Ia menyebut dengan pengembangan yang berdekatanan dengan pariwisata Badung itu bisa nyambung dengan Kota Denpasar.

Wandhira menyebut Kota Denpasar memiliki kekurangan dalam ketidakmampuan manajemen kota tersebut. Tak terkecuali terhadap lahan-lahan pertanian Kota Denpasar, di mana banyak subak akibat alih fungsi lahan yang menyebabkan saluran irigasi subak tidak lagi utuh dan tidak bisa digunakan.

"Keseriusan pemerintah untuk mempertahankan subak lestari dan lahan pertanian pangan berkelanjutan tidak serius, banyak area terlanggar tanpa tertangani dan para pelanggar tidak mendapatkan sanksi," katanya.

Sementara itu, masalah drainase ia menjelaskan semestinya jika melihat titik berkumpulnya air atau titik banjir seharusnya pemerintah memiliki kajian terhadap elevasi atau kemiringan dimensi terhadap saluran-saluran drainase pada titik banjir menuju saluran primer.

Tak hanya itu, untuk inventaris jalan desa atau lingkungan, kota, provinsi dan pusat, inventarisasi lebar harus jelas sehingga bisa memproyeksikan anggaran. Melakukan priorotas di dalam melakukan pemeliharan pemrintah harus juga memiliki inventaris tingkat kerusakan.

"Kerusakan rendah, sedang dam tinggi sehingga dalam setle anggaran kita bisa melakukan peningkatan dan pemeliharaan," pungkas dia.